Pemuda Inspiratif, Modal Rp. 200 Ribu Raup Untung hingga Rp. 250 Juta

Muhamad Alwi Azhar (24 tahun) tersenyum. Ia mengucap syukur saat mengawali cerita masa lalunya yang perih.

Bermodalkan uang Rp. 200 ribu rupiah, tak disangka pemuda Kampung Miduana, Desa Balegede, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur ini berhasil mengembangkan usahanya dengan memproduksi pakaian khusus wanita.

Keberhasilannya tidak lepas dari keberanian memanfaatkan platform marketplace sebagai sarana berbisnis.

Menurut Alwi, platform marketplace memberikan kesempatan baginya untuk mengembangkan sayap bisnis.

“Menurut saya masuk ke platform digital merupakan langkah yang tepat untuk memajukan bisnis saya,” kata Alwi saat ditemui di kediamannya, Rabu, (19/1/22).

Tak disangka, keputusan itu berbuah manis. Jumlah pesanan yang masuk membludak dan bisa mencapai angka ribuan. Bahkan, ditengah masa pandemi jumlah pesanan tetap stabil.

Tak hanya itu, berkat usaha yang dijalankannya mampu mengurangi jumlah pengangguran di Kampung tersebut. Meskipun hanya lulusan SMK di Pertanian dan tidak ada basic dalam berbisnis online, tetapi dirinya tetap mempelajari strategi bisnis secara otodidak.

“Awalnya coba-coba, belajar online komputer, tertarik hati melihat anak muda di kampung karena kesehariannya menganggur tidak ada kerjaan. Nah, disitu saya berfikir bagaimana caranya bisa membuka usaha atau perusaahan seperti ini. Mulai disitu saya mengajak temen-temen pemuda yang menganggur, saya arahkan di bidang konveksi untuk menjahit dan diajarkan juga pemasaran yang alhamdulillah hasilnya seperti ini,” ujar Alwi pemilik Rosdina Collection.

“Modal awal Rp. 200 ribu saya terus memutarkan modal usaha itu, awalnya paketan itu satu atau dua. Saya kirim jauh ke Bandung sama ongkos juga sudah habis tapi saya terus jalani, terus diputarkan juga modalnya sampai perharinya paketan itu naik 20-50 paket, hingga akhirnya alhamdulillah di bulan puasa sehari itu bisa sampai 1000 paket,” sambung pemuda inspiratif ini.

Disebutkan Alwi, bahan dasar kain dari modal Rp. 200 ribu rupiah bisa menjadi 5 pakaian, dan pemasarannya langsung ke marketplace seperti Lazada, Shoppe, Bukalapak dan Mokkaya. Hingga saat ini dirinya mampu menerima 100 paket pesanan per hari.

“Dulu motong pakaian juga pakai gunting biasa awalnya. Yang bikin saya maju sekarang itu karena banyak orderan aja. Dengan adanya Covid-19 bukan menjadi rugi, justru berkah bagi saya karena hanya menjalankan bisnis dari rumah,” ungkapnya.

Menariknya, meskipun lokasinya berada di daerah pegunungan, tapi dirinya mampu melakukan pengiriman paling banyak ke pulau jawa, bahkan ke luar jawa, seperti Aceh dan Merauke.

Selain itu yang membedakan produknya dengan yang lain yakni harganya relatif terjangkau mulai dari harga Rp. 27 ribu rupiah tapi sudah mendapatkan kualitas yang bagus.

“Partner saya hanya kaka saya. Jumlah karyawan ada 4 orang sebagai admin di rumah dan 20 orang di luar rumah,” tuturnya.

Berkat tekad dan semangatnya, usaha yang dirintisnya sejak 2018 silam, kini sudah memiliki omset Rp. 100 juta rupiah dalam per bulan, dan omset paling besar pernah mencapai RP. 250 juta rupiah.

“Semoga apa yang saya lakukan bisa memajukan desa sendiri, setidaknya bisa mengurangi jumlah pengangguran. Selain itu saya berpesan buat anak muda semoga bisa mengembangkan usahanya, harus berani bergerak jangan loyo, minimal mulai saja dulu, nanti juga ada hasilnya. Semoga pemerintah setempat juga bisa memperhatikan usaha marketplace seperti ini,” pungkasnya. (Odasor)

Leave Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *