Dokumentasi Kegiatan


Cianjur Hantam Hoaks

Tanggal Posting : 2019-03-27 18:45:58 | Dilihat : 83 kali


Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, mengajak warga Cianjur untuk menghantam berita hoaks, untuk mendeklarasikan Cianjur Hantam Hoaks, bertempat di Aula Kantor Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kabupaten Cianjur, Rabu (27/3/19). Dalam kegiatan Jabar Saber Hoaks tersebut, juga dihadiri oleh Kepala Diskominfosantik Kabupaten Cianjur Teddy Artiawan, Perangkat Daerah Cianjur, kalangan masyarakat, Mahasiswa dan Pelajar. Kepala Bidang Infokom Provinsi Jawa Barat, Dedi Darmawan mengajak semua elemen masyarakat agar tidak mudah terperangaruh dengan isu – isu hoaks. “Hoaks ini menjadi sentra perhatian kami khsususnya di Kominfo Provinsi Jawa Barat, karena saat ini Hoaks ataupun berita bohong semakin bertambah,” kata Kepala Bidang Kominfo Jawa Barat, Dedi Darmawan, Rabu (27/3). Ia mengatakan, permasalahan Hoaks itu berupa konten atau isi berita yang beredar di media, khususnya media Sosial. “Kalau dulu mungkin perang itu menggunakan senjata, akan tetapi saat ini lebih ke peredaran isu – isu hoak, dan yang lebih bahayanya masyarakat membaca langsung percaya dengan tidak menelaah terlebih dahulu. Dan itu sangat berbahaya,” terangnya. Dedi menjelaskan, Jawa Barat merupakan Provinsi Pertama yang membentuk tim saber Hoaks. “Beberapa daerah akan mengikuti langkah ini kalau tidak dibangun dari bawah tidak bersama-sama mungkin jauh lebih berbahaya, dan ini salah satu sarana dan Upaya Pemerintah mengatasi masalah Hoaks, selain itu masyarakat juga lebih bijak dalam menggunakan media sosial ini,” jelasnya. Dedi mengungkapkan, Fokus dari Jawa Barat saat ini diantaranya terkait dengan kejadian hoaks yang ada di Jawa Barat, kemudia kejadian hoaks diluar Jawa Barat tapi menyangkut Jawa Barat. “Untuk menindaklanjutinya kami melakukan klarifikasi investigasi dan literasi karena jika literasi dikeaampingkan masyarakat bisa lebih mudah menyerap isu Hoaks. Dan apabila isu tersebut sudah termakan oleh masyarakat, ditambah lagi kesalahan – kesalahan yang terulang yang lama kelamaan anggapan itu dianggap benar oleh masyarakat,” katanya. Sementara Indri Oktaviani (23) salah satu peserta deklarasi hoaks, mengaku sangat bermanfaat dengan diadakannya kegiatan Cianjur hantam hoaks tersebut. “Yang tadinya tidak paham sekarang menjadi paham seperti apa berita hoaks tersebut,” katanya. Menurutnya, saat ini penyebaran berita – berita hoaks tersebut beredar di media sosial salahsatunya akun Facebook (Fb). “Banyaklah berita-berita yang sifatnya Hoaks, ya saya juga mengingatkan kepada temen-temen, melihat isu atau berita yang diragukan maka jangan dulu di share tapi di teliti dulu kebenaranya. Yaa ga langsung share gitu aja,” paparnya. (Ghienz)

author : Kominfo